Thursday, March 19, 2009

akhirnya selesai juga: Indonesia against human trafficking

House passes bill on human trafficking

Dicky Christanto , THE JAKARTA POST , JAKARTA | Thu, 02/05/2009 4:55 PM | National

The House of Representatives has finally ratified a protocol to prevent, suppress and punish those involved in human trafficking, especially those who smuggle women and chil-dren.

Once enacted, the protocol will allow law enforcers to charge those responsible for people smuggling with the maximum possible sentence in a move to crack down on trafficking syndicates.

"The House has supported this bill because it believes in strengthening the capacity of law enforcers to fight human trafficking. I am also expecting to see draft regulations being written up to back officials working in the field," legislator Fachruddin Djaya from the Reform Star Party told a plenary meeting Tuesday.

The bill requires the government take responsibility for providing protection to victims of human trafficking, particularly women and children, and compliments articles within the United Nations Convention against Transnational Organized Crime concerning people smuggling.

Under the UN Convention, all UN member countries are required to forward all intelligence information regarding human trafficking to the countries dealing with smuggling prob-lems.

"Internally, law enforcement agencies will be strengthened and legal assistance to victims increased," Adji Farida Padmo of the Democratic Party said.

To date, Indonesia has enacted four laws concerning human trafficking, they being the Human Trafficking Law, the Child Protection Law, the Witness Protection Law and the 2009 Law ratifying the UN convention against Transnational Organized Crime.

Anis Hidayah from Migrant Care said she was optimistic this new measure would empower the nation's law enforcers and support them in dealing with transnational human traffick-ing rings.

"But I must say, our law enforcers have in the past fallen short of having the political will to combat foreign syndicates," she said.

Data from the National Police Headquarters last year revealed almost 200 human trafficking cases had occurred within Indonesia, involving more than 500 victims and nearly 100 children.

Head of the National Police's women and children protection division Sr. Comr. Agung Sabar Santoso said the bill would encourage police officers and other law enforcers to solve human trafficking cases.

"At least we can now give chase wherever smugglers go because the new law requires UN member countries share information regarding the whereabouts of perpetrators," he said.

HIGHLIGHTS OF THE PROTOCOL

Human trafficking is the recruitment, transportation, transfer, harboring or commodification of individuals by means of threat, use of force or other forms of coercion.

Each state party shall protect the privacy and identity of those who are trafficked.

States parties shall enact or strengthen measures, including through bilateral or multilateral cooperation, to alleviate the factors that make individuals, particularly women and chil-dren, vulnerable to trafficking.

http://www.thejakartapost.com/news/2009/02/05/house-passes-bill-human-trafficking.html

Lessons from the past

Ceritanya kemarin gw baru ikutan konferensi tentang leadership yang salah satunya menampilkan tokoh young leader-nya Australia. Dia sukses sebagai sutradara muda dengan background yang unik dan perjalanan yang berat dan menyentuh. Dia orang Vietnam, ‘terusir’, dan menjadi bagian dari manusia perahu di akhir tahun ‘70-an. Sebagai anak dari pencari suaka yang harus menapaki hidup yang cukup berat, di umurnya sekarang yang kira-kira 30-an awal, dia udah jadi sutradara yang sukses, terima beberapa award internasional bukan dari film dengan budget jutaan dolar yang isinya aktor terkenal, tapi dengan tim yang isinya pecandu heroin, napi, dan orang-orang ga beruntung lainnya.

Hal yang menarik yang gw ambil dari dia adalah gimana dia bisa menceritakan hal pahit dalam hidupnya, dan dikemas jadi sesuatu yang lucu, sedikit gaya komedi by making fun of his life, dan menginspirasi banyak orang. Walaupun dalam hati gw ngerasa, kalo orang ini sekarang ga sukses pasti gaya ceritanya ga seperti ini. Bisa-bisanya dia menceritakan kematian, perpisahan, kemiskinan dengan gaya yang ringan. Tapi kalau denger cerita dari orang-orang yang berhasil - di luar mereka yang beruntung dengan keluarga yang support pendidikan, mampu sekolahin anaknya sampai setinggi mungkin – biasanya mereka mengalami hal serupa, datang dari masa lalu yang kurang beruntung, belajar dari pengalaman, dan berusaha untuk merubah hidup. Karena pilihan mereka cuma dua, tetap di kehidupannya dan diremehkan orang atau berjuang untuk merubah nasib sehingga bisa memperbaiki kehidupan keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Tapi di akhir sesi dia bicara, suasana berubah jadi panas. Salah satu peserta dari Vietnam mempertanyakan masalah loyalitas dan menyesalkan karena dia terlalu bangga sebagai orang Australia daripada orang Vietnam. Dalam hati gw (pandangan gw kalo gw jadi dia yang keluarganya hampir mati)…ya iyalah… Mau dia pergi kemanapun, walalupun bukan Australia, bisa jadi di Kiribati, Indonesia atau dimanapun juga, karena dia bisa hidup dan berkarya disana, hidupnya ga terancam, keluarganya bahagia, pasti dia lebih senang. Terlepas dari sentimen politis yang ada di masanya, kita seharusnya bisa terima sejarah yang ada, kesalahan di masa lalu, dan terima keadaannya sekarang gimana.

Dilihat dari konteks Indonesia, kalau suatu hari nanti ada orang Papua atau Aceh atau mungkin orang Jawa atau orang manapun juga yang dulu dapet perlakukan yang ga manusiawi dan ga selayaknya terus dapet suaka di suatu negara, trus dia sukses dan terkenal, dan bangga jadi orang sana, apa kita mau marah-marah, bilang ga nasionalis-lah, ga ngerti tanah kelahiran-lah? Menurut gw kita harus tetap bisa terima, terima kesalahan di masa lalu dan terima pilihan orang, asal sesuai dengan fakta yang ada dan ga lebay.

Tuesday, March 10, 2009

Second Hand Goodies


Setelah satu bulan tinggal di lodge sementara, akhirnya kita dapet rumah. Walaupun rumahnya tua and banyak sarang semutnya, kita berempat termasuk beruntung dapet rumah langsung dari owner-nya n ga perlu berurusan sama agent yang katanya rese and berbelit-belit karena kita cuma mahasiswa yang pake beasiswa pula, jadi ga punya track record keuangan yang memadai untuk deal dengan mereka. Tapi seru juga beli koran sabtu cari iklan rumah kontrakan, jalan2 cari rumah sampe gempor, n ngobrol sama agent n so akrab, dan akhirnya ga sadar udah muterin setengah Canberra yang emang ga luas.

Tugas selanjutnya… ngisi rumah. Bingung mulai darimana karena rumahnya bener2 kosong, yang ada cuma kompor plus lemari n meja yang emang udah built-in. kita berempat masih butuh kulkas, tv, mesin cuci (ga mau cuci pake tangan), bed, sofa, sampe peralatan dapur yang printilan. Akhirnya kita bikin deh list garage sales, pasar loak, and sekalian cari tempat2 dimana kita bisa jadi scavenger. Ga kebayang deh kalo di Jakarta korek-korek sampah. Huaaaaa…… Untungnya kita dibantu sama satu temen yang orang Australia asli, jadi tau jalan n kita ga nyasar. Akhirnya dapet deh barang-barang yang dibutuhkan n sekarang bikin ketagihan nih. The best deal ever adalah beli mesin cuci cuma AUS 25 dolar, yang harga normalnya ratusan, mana masih dapet bonus sepeda pula…. Gimana ga ketagihan coba. Kadang miris juga sih, di negeri sendiri kita suka ngerasa gengsi kalau pake barang bekas, apalagi hasil mulung di jalan. Tapi emang kondisinya beda sih. Disini yang dibuang masih dalam kondisi bagus n layak pakai.

Kebiasaan orang Australia yang bikin garage sale kalau mau pindahan atau ngasih barang-barang yang ga diperlukan ke salvos or tempat lainnya yang nantinya digunakan untuk tujuan sosial, perlu ditiru di Indonesia. Contohnya untuk bushfire di Victoria mereka ga kesulitan untuk kasih bantuan pakaian n barang-barang kebutuhan sehari-hari untuk para korban. Kalo ada bencana di Indonesia biasanya masih butuh waktu sampai berhari-hari untuk kasih bantuan sandang karena harus ngumpulin sumbangan dulu.

Kalau buka gudang di rumah kita, biasanya ada ajah barang ga terpakai yang cuman ditaruh lama-lama semakin rusak n ga terpakai, bisa itu cuman piring-piring, baju sampai alat-alat elektronik. Nah sekarang gimana caranya biar barang-barang itu ga terbuang sia-sia n terpakai sama orang. Tapi ada ga sih wadah dimana kita bisa nyumbangin barang-barang ga terpakai untuk orang lain yang membutuhkan? Mungkin PMI kali yah. Tapi kayanya cuman kalau ada bencana mereka buka pos. Kalau untuk uang sih ada? Kalau beras, itu mah zakat. Tapi kalau barang ga terpakai?

Memang sih, orang Indonesia ituh sebagian besar awet, terutama yang mayoritas nya yaitu menengah ke bawah, pengguna barang sampai bener-bener rusak baru deh ga dipake lagi, kalaupun ada barang-barang ga dipake pasti dikasihin ke tetangga or saudara. Tapi untuk yang menengah ke atas, yang selalu mengikuti trend baru… daripada cuman menuh-menuhin gudang mending dibuat amal buat orang-orang yang membutuhkan, sekalian juga ramah lingkungan n ga numpukin sampah.

Tuesday, March 3, 2009

lagu lama

lagu lama itu kalau orang suka nanya-nanya hal-hal yang sensitif tapi dia pikir itu ga bakal nyakitin siapa2.... padahal it is annoying and hurt sometime
misalnya... waktu kita sudah cukup umur untuk punya pacar n menikah.. pasti ditanyain... siapa pacarnya... kapan kawin.... (jadi inget iklan rokok)
terus kalau udah kawin sampai lebih dari 6 bulan belum punya anak (itu baru 6 bulan) ditanyain, udah hamil, kapan punya anak, atau belum ada rencana punya anak ya....
nanti kalau anaknya sudah besar... orang tanya kapan mantu, punya cucu de el el...
atau bisa juga kalau udah nenek-nenek or kakek-kakek ditanya kapan matinya kali ya.....

bukannya sensitif or gimana... kesabaran orang menanggapi pertanyaan seperti itu kan ada batasnya. 'mind your own business' mungkin terlalu sarkastik. semestinya orang bisa menghargai dan menerima keadaan orang lain karena semua pasti ada alasannya. Dan semua orang punya rencana yang pasti ga sama antara satu manusia dengan manusia lainnya. Nggak semua yang ideal di mata seseorang, juga ideal untuk orang lain....

ACT country side


big, fat and furry. thinking of feeding 'kambings' til they get fat



doesnt mean anything, it is just cute:)